Berita

Guru Besar UPN Apresiasi Respons Cepat Polda Aceh Tangani Bencana

15
×

Guru Besar UPN Apresiasi Respons Cepat Polda Aceh Tangani Bencana

Sebarkan artikel ini

Aceh – Guru Besar UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T., mengapresiasi langkah cepat jajaran Polda Aceh dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Menurut Prof. Eko, kehadiran langsung personel kepolisian di lokasi terdampak banjir dan longsor menunjukkan komitmen Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Ini merupakan wujud pelayanan humanis yang patut diapresiasi. Saya menyampaikan penghargaan kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., beserta seluruh jajaran atas kesigapan dan dedikasinya,” ujar Prof. Eko, Jumat (20/2/2026).

Ia menilai, penanganan pascabencana dilakukan secara cepat dan terukur serta menyasar kebutuhan mendesak masyarakat. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan kebijakan Kapolri yang menempatkan penanggulangan bencana sebagai salah satu prioritas institusi.

Bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem dan pengaruh Siklon Tropis Senyar melanda Aceh sejak akhir November 2025. Puncak banjir bandang dan tanah longsor terjadi pada 26 November 2025 dan menyebabkan kerusakan di berbagai daerah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), sedikitnya 18 kabupaten/kota terdampak. Ratusan ribu warga terimbas, puluhan ribu rumah mengalami kerusakan, serta terdapat korban jiwa dan kerugian material.

Wilayah terdampak parah meliputi Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Utara. Ribuan warga sempat mengungsi akibat terputusnya akses transportasi dan tingginya endapan lumpur di permukiman.

Dalam penanganan bencana tersebut, Polda Aceh mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi korban, distribusi bantuan logistik, serta pembersihan lumpur di rumah warga dan fasilitas umum. Kepolisian juga membantu penyediaan air bersih, mendirikan pos layanan kesehatan, serta memberikan pendampingan psikososial kepada korban.

Prof. Eko menilai langkah tersebut mencerminkan respons cepat dan kehadiran negara di tengah masyarakat saat terjadi bencana.

Saat ini, proses pemulihan masih berlangsung, meliputi pembukaan akses jalan, percepatan distribusi bantuan, serta koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan hunian tetap dan rehabilitasi infrastruktur bagi warga terdampak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *