haba.co.id,MEDAN- Ratusan massa buruh yang tergabung dalam berbagai federasi serikat pekerja menggelar aksi damai di sejumlah titik strategis di Kota Medan, di antaranya Kantor Polda Sumatera Utara, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kantor Gubernur Sumut, dan Kantor Wali Kota Medan, pada Rabu 8 April 2026.
Aksi tersebut diwarnai dengan orasi dari sejumlah tokoh serikat pekerja yang menyuarakan tuntutan keadilan, perlindungan hukum, serta peningkatan kesejahteraan buruh/pekerj.
Ketua DPD KSPSI AGN Sumatera Utara, TM Yusuf, dalam orasinya menegaskan bahwa buruh tidak boleh terus menjadi pihak yang dirugikan dalam berbagai kebijakan maupun praktik di lapangan.
“Buruh adalah tulang punggung pembangunan. Sudah seharusnya negara hadir memberikan perlindungan dan keadilan yang nyata, bukan sekadar janji,” tegasnya di hadapan massa aksi.
TM Yusuf juga menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap persoalan ketenagakerjaan yang dinilai masih kerap merugikan pekerja, termasuk dugaan pelanggaran hak normatif buruh di sejumlah perusahaan.
Sementara itu, perwakilan dari DPD FSP.PP AGN (Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan), Taufik Khayat, dalam orasinya menekankan perlunya perhatian serius terhadap nasib pekerja di sektor perkebunan yang menurutnya masih jauh dari kata sejahtera.
“Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap kondisi buruh di lapangan. Banyak persoalan yang harus segera diselesaikan,” ujarnya.
Orasi juga disampaikan oleh Muhammad Sahrum yang menyoroti pentingnya solidaritas antarpekerja dalam memperjuangkan hak-hak buruh.
Ia mengajak seluruh elemen buruh untuk tetap bersatu dan konsisten dalam memperjuangkan aspirasi secara damai dan konstitusional.
Hal senada disampaikan Reza Nasution yang menegaskan bahwa aksi damai merupakan bentuk kepedulian buruh terhadap kondisi ketenagakerjaan saat ini.
“Aksi ini adalah bentuk kepedulian kami. Kami ingin didengar dan diperhatikan. Jangan sampai suara buruh terus diabaikan,” katanya.
Aksi berjalan dengan tertib dan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Massa berharap tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, guna menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh buruh/pekerja.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah maupun instansi yang didatangi terkait tuntutan yang disampaikan para buruh. (Alm)












